Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celotehanku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Kau Hadir Merubah Segalanya Menjadi Lebih Indah

Judul postingan kali ini diambil dari lirik lagu Adera. "Dan Kau Hadir Merubah Segalanya Menjadi Lebih Indah", kata-kata itu juga sempat aku jadikan status di facebook. Saat melihat kata-kata itu di facebook maupun di judul postingan ini, pasti banyak orang yang beranggapan ini ditujukan pada sang kekasih hati, atau aku baru jadian dengan seseorang, yah semacam itulah. Tapi itu salah besar, karena aku mengutip kata-kata tersebut saat sedang bersama ponakan kecilku "Nazura Adia Trista". Mungkin banyak yang menganggap berlebihan, wajarnya itu diucapkan oleh seorang ibu pada anaknya, tapi ini buat ponakan.

Kehadiran Zura membawa perubahan yang cukup besar terhadap keluargakau. Dia seakan menjadi angin segar didalam sebuah ruangan sempit tak bercelah, seakan menjadi cahaya di ruangan yang gelap.
Keadaan keluargaku sebelumnya sangatlah dingin, kehidupan seperti membosankan. Hanya sibuk dengan urusannya masing-masing, tak jarang selisih paham terjadi. Namun semuanya berubah sejak lahirnya Zura. Dia menghadirkan tawa dan suara ceria di rumah kami. Kesan dinginnya rumah perlahan menghilang. Emosi yang sebelunya susah terkontrol, sekarang menjadi lebih tenang. 
Sekarang ponakanku bertambah lagi, dia Zafa, anak dari mbak lely, semoga kehadirannya juga menambah kehangatan keluarga kami.

Selasa, 19 Februari 2013

Happy Birthday My Lovely Sister

Hari ini tanggal 19 Februari 2013, mbakku tersayang ulang tahun
Selamat ulang tahun ya mbak lye...
Tetaplah menjadi pribadi yang aku kagumi, wanita yang selalu sabar, kuat,dan tak pernah mengeluh.
Aku tau hidupmu berat, tapi kau selalu melawatinya dengan senyuman, menjadi kakak dari adik-adik yang selalu rewel dan banyak maunya, menjadi ibu bagi kami adik-adikmu, menjadi istri yang selalu patuh pada suami, dan menjadi anak yang selalu membanggakan bapak.
Saat ibu sakit, kau rela mengorbankan kuliahmu, saat ibu meniggal, kau berperan dengan baik menggantikkannya, menyayangiku sama seperti ibu menyayangiku, kau memanjkanku sama seperti ibu memanjakanku.
Kau juga mendidikku menjadi seorang wanita, menjadi seorang teman, menjadi seorang manusia.
Terimakasih untuk selalu ada disampingku, mendengarkan kerewelan kami adik-adikmu. Terimakasih kau selalu tersenyum untuk kami, bahkan saat kehilangan anakmu, kau tersenyum.
Kekuatanmu adalah kekuatan bagiku...aku bisa bertahan karena aku memilkimu.
Luv you My Lovely Sister

Minggu, 17 Februari 2013

“Kasihan hatimu kik”



“Kasihan hatimu kik”
Kata-kata itu langsung masuk tanpa celah menghentak ke hati dan pikiranku.
Ya memang, aku seseorang dengan pribadi introvert. Susah sekali untuk mengungkapkan isi hati ataupun pikiranku pada orang lain. Semua permasalahan hidup, kegalauan, tangis sering kusimpan sendiri.
“Ya itu emang sifatmu, tapi cobalah untuk merubahnya, gak selamanya harus bertahan dengan sifatmu yang seperti itu.”
Itu benar sekali, aku ingin sekali merubahnya, aku ingin bercerita, aku ingin menumpahkan air mataku, keluh kesahku pada orang lain. Sakit memang, saat semua harus kau simpan sendiri, rasanya seperti menyimpan api didalam jerami.
Apa yang membuatku seperti ini, entahlah. Tapi aku mencoba berpikir dan mengingat hal apa yang membuatku memilih untuk menahan semuanya sendiri.
Ada sedikit secita proses hidupku yang mungkin bisa jadi penyebab aku menjadi pribadi yang sekarang ini.
Ibuku meninggal saat aku berusia 9 tahun, Setelah kepergian ibu, aku hidup hanya berdua dengan bapak, kedua kakakku melanjutkan kuliah di luar kota. Di rumah hanya berdua, kegiatan rutinku sepulang sekolah menyiapkan makan siang, dan bersih-bersih rumah dan semua pekerjakan rumah tangga aku lakukan. Terkadang bapakku menegurku untuk melakukannya nanti. Tapi entah apa yang adaa di dalam diriku, aku hanya merasa ingin melakukkannya, terasa ada beban jika aku belum mengerjakannya.
Saat aku keluar rumah, bertemu orang-orang, banyak diantara mereka tiba-tiba menangis, mengelus rambutku, mengasihani diriku yang terkesan malang ini.
Tapi aku tidak suka dengan perlakuan mereka, aku merasa tidak butuh untuk dikasihani. Dan mungkin itulah kenapa aku bersifat seperti ini sekarang. Aku ingin selalu terlihat kuat, didepan orang lain, di depan keluargaku, dan didepan Bapak. AKu ingin mereka melihat bahwa aku bisa hidup bahagia, tak perlu dikasihani. Saat aku merasa capek, kesepian, dan butuh sandaran, aku tidak pernah mencoba mengatakannya pada siapapun. Sekalipun aku tak pernah mengatakan bahwa aku merindukan ibuku pada bapak atau mbak, aku tak pernah sekalipun membicarakan Ibu didepan mereka. Aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa aku baik-baik saja.
Tapi sekarang, aku sedikit menyadari bahwa memendam tak selamanya baik, rasanya sakit sekali, kadang aku ingin semua orang tau bahwa aku capek, aku merindukan ibuku, aku tidak sekuat yang mereka kira.

Kamis, 24 Januari 2013

Kembali Kehilangan Arah

Kembali kehilangan arah, kemana kiki yang dulu? Kemana pikiran-pikiran positif dari buku-buku motivasi yang selama ini aku baca? Aku selalu mencoba berpikiran positif tapi lupa untuk berperasaan positif. Masih ada ragu, masih ada bimbang, tak ada keyakinan.
Aku harus terjatuh kedasar dulu baru bisa bangkit lagi, seperti itulah aku dari dulu. Susah untuk tetap menjaga keberhasilan yang aku raih.
Saat ini aku berpikir, apa yang pernah kamu lakukan ki? apa hal menkjupkan yang kamu alami? apa yang bisa kamu ceritakan pada teman-teman, sanak sodara, dan anak-anakmu nanti?
Hidupmu datar, tak ada perjuangan. Hampa, kosong, tak ada yang menarik. Apa keinginanmu sebenarnya?

Aku ingin berbuat lebih, aku ingin menyisakan sebuah kenangan indah dan berarti bagi orang lain, Aku ingin orang mengenangku dengan hal-hal yang berarti. 
Hidup ini singkat, jika waktumu trus kau buang percuma, apa yang bisa kamu sisakan saat waktumu berakhir, dan apa yang bisa kamu jadikan bekal untuk waktumu berikutnya......

Ayoolahh....tunjukkan bahwa kamu bisa melakukkan hal yang berati !!!

Minggu, 22 Juli 2012

Evaluasi diri

Liburan kembali datang, saatnya bagiku untuk mulai menuangkan segala keluh kesah dan pikiran-pikiran yang sekiranya bisa dibagi.
Ok...kali ini aku nulis diblog baruku ini, sebenernya pngen si nulis di blog yang lama, disana banyak banget celotehan-celotehanku, yah..karena kelakuan orang yang gak bertanggung jawab apa boleh buat aku harus nulis di blog baruku ini..
Semester 4 ini menurutku semester yang sangat pendek, bener-bener gak kerasa, kayaknya baru kemaren mulai semester baru, eh ini udah liburan aja...Walaupun semester yang pendek, namun tidak ketinggalan keruwetan, kekisruhan, kebingungan, dan tentunya lemburan malamnya...hehehe
Hasil di semester 4 ini juga sangat buruk, tapi aku tidak merasa terpuruk karena memang usahaku di semester ini kendur. Tidak ada usaha lebih, usahaku standar seperti mahasiswa yanglain. Padahal kuncinya, untuk mendapatkan nilai yang lebih tentu saja harus diawalai dengan usaha yang lebih pula dan yang pasti keyakinan.
Semangat dan usaha-usaha yang aku lakukan di semester tiga, gak berhasil aku lanjutkan di semester empat. Di awal semester aku sudah banyak mengeluh dan lupa soal LOA. Ini menjadi pelajaran berharga buat aku, untuk kedepannya aku harus bisa selalu memperhatikan apa yang aku pikirkan dan apa yang aku lakukan.
OK.....Aq pasti bisa!!! ^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | ewa network review